Skip to main content

Tiga Langkah Bersihin Muka : Grapeseed Oil, Hada Labo Mild Peeling Facial Wash, Pixy Fresh Toner

Yap.. jadi Senin sebelumnya saya sedang kesulitan sinyal sehingga tidak bisa posting. Alasannya bisa diterima?

Lanjut..

Jadi kemaren sempat ketiduran tanpa cuci muka dan gosok gigi. Iyuh banget ya? Tidur dengan muka yg masih bermake up dan berdebu, meski saya sendiri bukan pengguna make up berat sehari-hari dan ga ngintilin truck setiap saat. Tapi teteup aja iyuh.

Alhasil paginya kerasa banget kulit kucel dan ga enak aja bawaannya. Entah perasaan aku aja, tapi terlihat ada jerawat-jerawat kecil bermunculan di jidat. Semenjak saya tergila-gila dengan perawatan kulit, saya jadi lebih aware aja. Saking awarenya kadang terlalu parno, sih.

Ya syudah, anggaplah brintilan-brintilan ini adalah biang jerawat kan ya.. jadi dengan kepanikan tingkat dewa saya melakukan skincare rutin malam di dini hari (kan bangun pas sahur yak 😶).

Untuk rutinitas cuci muka sendiri, saya menerapkan yang 3 steps, minimal 2 steps deh. Meskipun rada rempong dan ga menutup kemungkinan tertidur tanpa ber-ritual bisa terulang saking rempongnya, tapi mencegah lebih baik daripada mengobati. Terdengar ga nyambung? Baca dulu..

Kulit kita itu tercipta dengan beragam kondisi, ada yg berminyak, kering, normal, dan kombinasi. Saya sendiri berada di kondisi normal dan cenderung badak. Ini kesimpulan yang saya dapat setelah beragam eksperimen skincare yang selama ini saya lakukan yang alhamdulillah ga pernah bikin kulit gimana-gimana parah.

Nah.. kembali ke kalimat akhir paragraf tadi, kulit yang sehat tentunya ga datang begitu aja. Kulit yang sehat di jaman sekarang di mana polusi dan sinar UV semakin jahat memerlukan ketelatenan. Tapi bener deh, dengan memiliki kulit sehat semua usaha dan kerja keras tadi terbayar.

Kalo ga dijaga baik-baik yang ada kulit jadi rusak, jerawatan lah, ngelupas lah, belang lah, panuan lah, iyuh kan?

Makanya.. aku investasi cukup banyak diskincare. Lebih daripada make up loh ya..

Cukup sudah ceramah yang cuma sekedar pengetahuan dasar nan dangkal. Mari langsung kepada intinya saja.

Aku melakukan 3 steps cleansing dalam skincare rutin aku. Yaitu make up remover dengan grapeseed oil, cuci muka dengan Hada Labo Mild Peeling facial wash, dan memastikan kebersihan sekaligus menenangkan kulit menggunakan Picy Fresh Toner (nanti deh ya saya review satu persatu produknya)

Baru deh lanjut pakai skincare untuk perawatan kulit macam essence dan pelembab.

Duh.. Betapa wanitanya saya.

Dengan cara ini, asalkan rutin dan telaten maka akan memberikan hasil yg setimpal. Bahkan sekarang aku merasa ga perlu lagi pakai make up gimana-gimana karena ga ada bagian "ga sempurna" yang mesti saya ditutupin. Disamping saya memang pedenya selangit sih..

So, daripada males kemudian strugling dengan masalah kulit. Alangkah baiknya dari sekarang niatkan dalam hati, kuatkan tekad, dan tanamkan dalam diri. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena harga mencegah memang mahal, tapi mengobati jauh lebih mahal lagi.

Sekian dan terima THR. Maap garing. Semoga bermanfaat, sampai jumpa di postingan berikutnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan, selamat liburan bagi yang kecipratan tanggal merah dan cuti bersamanya. Semoga kedamaian selalu menyertai setiap hati dan jiwa.

Comments

Popular posts from this blog

Arale Norimaki

Daripada aku bikin kultwit ya ngejelasin nih si Arale yang baru saja namanya aku sadur jadi nama pengguna twitterku, sekalian aja aku tulis satu artikel khusus mengenai dia.

Jadi, Arale ini adalah cyborg, tahu kan ya cyborg itu apa? APA? GA TAHU? Pfft... cyborg itu robot yang menyerupai manusia. Arale ini adalah cyborg dengan penampakan seperti anak perempuan berusia antara 6 sampai 8 tahunan (menurut aku loh ya).


dan ternyata usianya 14 tahun, abis dia pendek sih.. makanya aku kira ga sampe 10 tahunan. Tapi dia robot sih ya? Jadi ga salah juga kan aku? *mencari pembenaran*
Mungkin kaya aku, kebanyakan orang tahunya Arale itu dari komik Dragon Ball. Tapi ternyata dia punya komik sendiri berjudul Dr Slump. Iya, aku juga baru tahu, APA? Kamu udah tahu? APA?! Aku cupu? *ga terima*
Tapi di komik yang  manapun, karakter Arale sama aja. Dia digambarkan sebagai anak kecil perempuan, yang lucu, menggemaskan, dan adikable banget. Dia juga punya kekuatan super, wajar lah ya, namanya juga robot. …

Pelarian

Mungkin kamu sial ketika diPHPin sama seseorang, tapi kamu sangat sial ketika kamu hanya dijadikan pelarian. Bayangkan, dalam benakmu dia serius ingin bersamamu, tapi ternyata kamu hanyalah orang sementara yang dia jadikan sebagai 'obat' untuk mengusir kegalauannya. Dan setelah itu kamu bakalan ditinggalin. Kurang sial apa coba?

Seringkali aku menemui kasus semacam ini, seseorang yang baru saja mengalami pata hati, pasti akan sangat galau, terpuruk, sedih, yah.. seperti umumnya orang yang patah hati lah.
Beberapa berusaha menyembuhkannya sendiri, beberapa lagi menggunakan jalan singkat, yaitu dengan mencari seseorang yang bisa di jadikan pelampiasan. Memang sih, salah satu cara untuk menyembuhkan luka akibat cinta adalah dengan menemukan cinta baru. Tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya menjadikan orang sebagai pelarian.
Apalagi kalau niatnya buat balas dendam. Kamu pasti ga percaya karma.
Gimana ya? Okelah dia nyakitin kamu banget dan sakitnya minta ampun kaya dikuliti hidup…

Mengenai Pergantian Nama Pengguna Saya

Baru aja ganti nama pengguna twitter jadi @arraale dari sebelumnya @rrhm_, setelah selama beberapa jam mengutak atik kemungkinan nama lain. Bahkan aku sampai bikin daftar nama-nama apa saja yang avaliable. Intinya sih ya mau ganti nama aja, rasanya kalau cuma inisial kok kurang lucu ya? Hehehe

Awalnya sih masih mainstream dengan menggunakan akhiran -addict, -nisme, -licious. Tapi kok kayanya umum banget, secara ya aku kan anti-mainstream gitu *langsung dijitak seisi dunia*.

Pokoknya, lumayan banyak calon nama yang aku temukan, dan mainstream tentunya, sampai akhirnya aku ingat, waktu SMA ada yang ngatain aku Arale (kalo ga salah ummi Tia). Aku coba pakai arale, aku ga berharap banyak sih bakalan avaliable, ternyata benar sudah ada yang pakai. Ga menyerah, aku utak atik hurufnya, sampai aku menemukan arraale.

Aku rasa itu cukup pas, filosofinya sih gini, beberapa teman ada yg memanggilku dengan Ar, ada yang pakai Raa, ada yang Ara, Rara, Rahma, dll dst dsb. Pokoknya nyambung aja dengan…