Skip to main content

First Impression : Solusi UV Whitening Cleansing Foam by SariAyu

Duh.. yang bilang mau post tulisan di blog tiap Senin, terus karena sibuk bilang Selasa, akhirnya malah hari Rabu nulisnya.

Lebih baik sih ya daripada tidak sama sekali kaya nasib Friday Review. Pfft 😂

Jadi kali ini aku ga pengen review sih. Karena untuk review menurut aku paling ga aku sudah pake dalam jangka waktu "sekian" dan ada hasil-hasil tertentu atau sensasi-sensasi tertentu selama menggunakan dalam jangka waktu sekian itu.

Terutama untuk produk-produk perawatan macam sabun muka ini. Lagian mana ada juga sabun muka yang sekali pakai langsung mengubah segalanya. Emangnya kamu? Hadir mengubah segalanya menjadi lebih indah.. *nyanyi*

Abaikan.

Tapi serius deh, saya ini sang muka kulit badak, si bandel yang bosanan. Si labil yang guampaaaaang banget kepengaruh. Si A pakai sabun muka ini oke, pengen coba. Si B pakai sabun muka itu mantap, mau juga.

Liat iklan di TV "gunakan sabun muka merk C, maka anda akan mendapatkan hasilnya setelah waktu sekian", "sabun muka merk D, dengan kandungan geranium dan akar pohon akasia, memberikan efek mencerahkan dan menghilangkan noda pada pakaian dalam waktu hanya sekian!", duh.. penasaran bin pengen bok, cyin, pakde, julak..

Tapi.. belakangan saya sudah mulai insaf. Iya, berkat mamah beauty blogger seantero dumay dengan beragam wejangan dan tips nya (yang meski kadang juga jadi penyebab pengen coba sabun muka merk E, F, G, H, dst. dll.), aku memantapkan diri untuk setia sama satu produk sampai kulit aku yang jenuh dengan produk tsb.

Cuman, kemaren bandel aja. Liat sabun muka mama yang cute imut lucu dan merk lokal. Kan sini orangnya ceritanya sedang menggalakan kampanye gunakan produk lokal dalam perawatan wajah biar ndak ribet dan ndak mahal. Dipakai lah sabun muka tersebut.

Wanginya enak pisan euy, aroma bunga-bunga segar yang lembut buat hidung aku, tahu deh hidung kamu. Hihihi

Terus, karena ini versi facial foam jadi kan mesti dibusakan dulu. Rada ribet sih membusakannya, mana akunya ga becus jadi busanya ya segitu-gitu aja. Catatan buat diri sendiri besok-besok kalopun mau ganti merk sabun muka carinya yg facial wash, atau yang facial foam tapi udah jadi busanya.

Nemploklah itu sabun muka ke muka, gosok-gosok area T, terus pipi, bawah dagu.. bilas. Daaaaaan...

Ada rasa kesat setelah dibilas dengan air, duh. Saya pribadi sangat tidak suka dengan sabun apapun itu (kecuali sabun cuci piring) yg menghasilkan rasa kesat. Karena untuk kulit normal dan kering itu pertanda minyak yang ada di muka abis. Kaya piring yang kesat itu loh.. artinya kan udah ga ada minyaknya lagi. *sotoy*

Buat sabun badan juga ga suka yang bikin kesat, entahlah, ga suka aja.

Kesimpulan.

Aku suka dengan kemasan dan vitur yang dijanjikan oleh sabun muka ini. Tapi aku ga suka rasa kesat setelah pemakaiannya. Jadi aku ga akan menggunakan sabun ini ke depannya. Cukup syekali, aku merasa.. ahahaha, malah nyanyi lagi.

Okelah pembaca budiman di mana pun anda berada. Tulisan ini dibuat jelas berdasarkan pendapat (sotoy) pribadi saya saja. Tidak ada niat menjelek-jelekkan apalagi menjatuhkan suatu produk tertentu.

Dan.. karena masih dalam suasana lebaran. Minal Aidin wal Fa Idzin.. Maapkeun lahin dan batin. Wassalam dan sampai jumpa di tulisan berikutnya. Cao 🙋

Comments

Popular posts from this blog

Arale Norimaki

Daripada aku bikin kultwit ya ngejelasin nih si Arale yang baru saja namanya aku sadur jadi nama pengguna twitterku, sekalian aja aku tulis satu artikel khusus mengenai dia.

Jadi, Arale ini adalah cyborg, tahu kan ya cyborg itu apa? APA? GA TAHU? Pfft... cyborg itu robot yang menyerupai manusia. Arale ini adalah cyborg dengan penampakan seperti anak perempuan berusia antara 6 sampai 8 tahunan (menurut aku loh ya).


dan ternyata usianya 14 tahun, abis dia pendek sih.. makanya aku kira ga sampe 10 tahunan. Tapi dia robot sih ya? Jadi ga salah juga kan aku? *mencari pembenaran*
Mungkin kaya aku, kebanyakan orang tahunya Arale itu dari komik Dragon Ball. Tapi ternyata dia punya komik sendiri berjudul Dr Slump. Iya, aku juga baru tahu, APA? Kamu udah tahu? APA?! Aku cupu? *ga terima*
Tapi di komik yang  manapun, karakter Arale sama aja. Dia digambarkan sebagai anak kecil perempuan, yang lucu, menggemaskan, dan adikable banget. Dia juga punya kekuatan super, wajar lah ya, namanya juga robot. …

Pelarian

Mungkin kamu sial ketika diPHPin sama seseorang, tapi kamu sangat sial ketika kamu hanya dijadikan pelarian. Bayangkan, dalam benakmu dia serius ingin bersamamu, tapi ternyata kamu hanyalah orang sementara yang dia jadikan sebagai 'obat' untuk mengusir kegalauannya. Dan setelah itu kamu bakalan ditinggalin. Kurang sial apa coba?

Seringkali aku menemui kasus semacam ini, seseorang yang baru saja mengalami pata hati, pasti akan sangat galau, terpuruk, sedih, yah.. seperti umumnya orang yang patah hati lah.
Beberapa berusaha menyembuhkannya sendiri, beberapa lagi menggunakan jalan singkat, yaitu dengan mencari seseorang yang bisa di jadikan pelampiasan. Memang sih, salah satu cara untuk menyembuhkan luka akibat cinta adalah dengan menemukan cinta baru. Tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya menjadikan orang sebagai pelarian.
Apalagi kalau niatnya buat balas dendam. Kamu pasti ga percaya karma.
Gimana ya? Okelah dia nyakitin kamu banget dan sakitnya minta ampun kaya dikuliti hidup…

Mengenai Pergantian Nama Pengguna Saya

Baru aja ganti nama pengguna twitter jadi @arraale dari sebelumnya @rrhm_, setelah selama beberapa jam mengutak atik kemungkinan nama lain. Bahkan aku sampai bikin daftar nama-nama apa saja yang avaliable. Intinya sih ya mau ganti nama aja, rasanya kalau cuma inisial kok kurang lucu ya? Hehehe

Awalnya sih masih mainstream dengan menggunakan akhiran -addict, -nisme, -licious. Tapi kok kayanya umum banget, secara ya aku kan anti-mainstream gitu *langsung dijitak seisi dunia*.

Pokoknya, lumayan banyak calon nama yang aku temukan, dan mainstream tentunya, sampai akhirnya aku ingat, waktu SMA ada yang ngatain aku Arale (kalo ga salah ummi Tia). Aku coba pakai arale, aku ga berharap banyak sih bakalan avaliable, ternyata benar sudah ada yang pakai. Ga menyerah, aku utak atik hurufnya, sampai aku menemukan arraale.

Aku rasa itu cukup pas, filosofinya sih gini, beberapa teman ada yg memanggilku dengan Ar, ada yang pakai Raa, ada yang Ara, Rara, Rahma, dll dst dsb. Pokoknya nyambung aja dengan…