Skip to main content

Aku Bukan Penulis

Seperti biasa, yang paling susah dari menulis adalah menentukan judul. Aku sih, ga tahu kalau yang lain gimana. Ini aja sudah masuk kalimat ketiga aku masih ga tahu mau ngasih judul apa di entri ini. Palingan sampai tiga paragraf selanjutnya kolom "Poskan judul" bakalan tetap kosong.

Kan, sudah memasuki paragraf ke dua dan aku masih ga tahu mau kasih judul apa. Dan sepertinya hal ini membuatku agaknya kurang layak disebut sebagai penulis. Kenapa? Karena penulis yang baik sebelum dia memulai menulis dia akan terlebih dahulu menentukan judul dan tema. Lah aku? Boro-boro deh.

Seperti tebakan aku tadi, paragraf ketiga dan masih tanpa judul. Aku memang agak berbeda, aku menulis ya karena aku ingin menulis. Jarang sekali aku memiliki konsep atau kerangka tulisan ketika aku mulai menulis. Salah satu alasan lain yang membuat aku ga layak disebut penulis. I just do what I'd like to do, and I love writing so much. Aku ga peduli mau aku nyeleneh atau aneh atau gimana. Aku hanya melakukan satu kegiatan yang aku suka.

Dan akhirnya aku berhasil membubuhkan judul yang aku rasa tepat untuk posting kali ini. "Aku Bukan Penulis", baru saja terpikirkan ketika aku memasuki kalimat terakhir paragraf ketiga tadi.

Ga salah kan? Aku bukan penulis tapi aku menulis. Seperti orang yang ga bisa nyanyi tapi suka bernyanyi, dia akan tetap bernyanyi kan? Minimal bersenandung. Kadang sulit menjadi seperti itu, manusia sepertinya sudah terprogram untuk mendengarkan penilaian sekitarnya yang seringkali sebenarnya bertentangan dengan dirinya.

Mungkin saja suatu ketika ada yang mengatakan "Ra, kamu ga usah deh nulis. Buat apa coba? Emang ada yang mau baca? Tulisan jelek gitu". DUAR! Rasanya pasti akan sangat menyakitkan, bisa saja setelah itu aku langsung berhenti menulis.

Tapi, aku agaknya sedikit tidak terlalu peduli dengan hal semacam itu. I love writing dan aku ga masalah mau tulisanku dibaca atau ga sama orang. Sama hal nya ketika kamu berbicara, hak masing-masing orang untuk mendengarkan pembicaraan kamu atau tidak, kan?

Jadi, mau gimanapun, aku suka menulis dan akan terus menulis ga peduli mau ada yang baca atau ga. Seperti panda yang memakan bambu. Dia ga peduli kalau bambu akan mengganggu pencernaannya karena ususnya pendek selayaknya karnifora pada umumnya (panda adalah hewan karnifora), dia suka dan dia memakannya terus. (This last paragraph was inspired by Wild Life comic)

Comments

Popular posts from this blog

Arale Norimaki

Daripada aku bikin kultwit ya ngejelasin nih si Arale yang baru saja namanya aku sadur jadi nama pengguna twitterku, sekalian aja aku tulis satu artikel khusus mengenai dia.

Jadi, Arale ini adalah cyborg, tahu kan ya cyborg itu apa? APA? GA TAHU? Pfft... cyborg itu robot yang menyerupai manusia. Arale ini adalah cyborg dengan penampakan seperti anak perempuan berusia antara 6 sampai 8 tahunan (menurut aku loh ya).


dan ternyata usianya 14 tahun, abis dia pendek sih.. makanya aku kira ga sampe 10 tahunan. Tapi dia robot sih ya? Jadi ga salah juga kan aku? *mencari pembenaran*
Mungkin kaya aku, kebanyakan orang tahunya Arale itu dari komik Dragon Ball. Tapi ternyata dia punya komik sendiri berjudul Dr Slump. Iya, aku juga baru tahu, APA? Kamu udah tahu? APA?! Aku cupu? *ga terima*
Tapi di komik yang  manapun, karakter Arale sama aja. Dia digambarkan sebagai anak kecil perempuan, yang lucu, menggemaskan, dan adikable banget. Dia juga punya kekuatan super, wajar lah ya, namanya juga robot. …

Pelarian

Mungkin kamu sial ketika diPHPin sama seseorang, tapi kamu sangat sial ketika kamu hanya dijadikan pelarian. Bayangkan, dalam benakmu dia serius ingin bersamamu, tapi ternyata kamu hanyalah orang sementara yang dia jadikan sebagai 'obat' untuk mengusir kegalauannya. Dan setelah itu kamu bakalan ditinggalin. Kurang sial apa coba?

Seringkali aku menemui kasus semacam ini, seseorang yang baru saja mengalami pata hati, pasti akan sangat galau, terpuruk, sedih, yah.. seperti umumnya orang yang patah hati lah.
Beberapa berusaha menyembuhkannya sendiri, beberapa lagi menggunakan jalan singkat, yaitu dengan mencari seseorang yang bisa di jadikan pelampiasan. Memang sih, salah satu cara untuk menyembuhkan luka akibat cinta adalah dengan menemukan cinta baru. Tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya menjadikan orang sebagai pelarian.
Apalagi kalau niatnya buat balas dendam. Kamu pasti ga percaya karma.
Gimana ya? Okelah dia nyakitin kamu banget dan sakitnya minta ampun kaya dikuliti hidup…

Mengenai Pergantian Nama Pengguna Saya

Baru aja ganti nama pengguna twitter jadi @arraale dari sebelumnya @rrhm_, setelah selama beberapa jam mengutak atik kemungkinan nama lain. Bahkan aku sampai bikin daftar nama-nama apa saja yang avaliable. Intinya sih ya mau ganti nama aja, rasanya kalau cuma inisial kok kurang lucu ya? Hehehe

Awalnya sih masih mainstream dengan menggunakan akhiran -addict, -nisme, -licious. Tapi kok kayanya umum banget, secara ya aku kan anti-mainstream gitu *langsung dijitak seisi dunia*.

Pokoknya, lumayan banyak calon nama yang aku temukan, dan mainstream tentunya, sampai akhirnya aku ingat, waktu SMA ada yang ngatain aku Arale (kalo ga salah ummi Tia). Aku coba pakai arale, aku ga berharap banyak sih bakalan avaliable, ternyata benar sudah ada yang pakai. Ga menyerah, aku utak atik hurufnya, sampai aku menemukan arraale.

Aku rasa itu cukup pas, filosofinya sih gini, beberapa teman ada yg memanggilku dengan Ar, ada yang pakai Raa, ada yang Ara, Rara, Rahma, dll dst dsb. Pokoknya nyambung aja dengan…